Syamail Muhamadiyah

by Kemilau Publika Sdn Bhd

0 ( 0 ratings )
  • ( 38 )
RM 32.00

Syamail Muhammadiyah adalah sebuah buku sirah agung Nabi Muhammad SAW yang mempunyai 415 hadis dalam 56 bab. Buku ini ditulis oleh Imam at-Tirmizi (279H) untuk memperkenalkan kepada pembaca keadaan peribadi Nabi SAW daripada pelbagai sudut, antaranya:

1-Bentuk tubuh dan perilaku

2-Pakaian dan perhiasan 

3-Makanan dan minuman

4-Cara ketawa, menangis dan tidur

 

Buku Syamail Muhammadiyah ini diberi beberapa nilai tambah: 

1-Dari segi kualiti hadis sama ada sahih, hasan, daif atau terlalu lemah.

2-Dari segi takhrij daripada kitab ulama-ulama yang lain.

3-Dari segi perkataan yang sukar difahami dijelaskan secara ringkas dan padat.

Syeikh Abdul Mohsin al-`Abbad memberi ulasan: 

“Buku Syamail Muhammadiyah yang ditulis oleh Imam at-Tirmizi adalah satu rujukan agung dan sangat penting untuk mengenali peribadi Nabi SAW. Para ulama hadis silam dan moden sangat mengambil berat terhadap buku ini.”

 

Diharapkan, dengan kehadiran buku “Syamail Muhammadiyah” ini mendekatkan pembaca dengan cara kehidupan Nabi Muhammad SAW serta menjadikan baginda contoh teladan dalam kehidupan. Juga sesuai digunakan sebagai rujukan kuliah di masjid atau bersama keluarga.

  Syamail Muhamadiyah 1
  Syamail Muhamadiyah 2

Imam at-Tirmizi atau nama lengkapnya adalah Imam al-Hafiz Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dahhak as-Sulami at-Tirmizi.  Nama Tirmizi merujuk kepada tempat kelahirannya, kota Tirmiz, sebagaimana halnya Imam Bukhari yang merujuk kepada tempat lahirnya di Bukhara. Imam Tirmizi lahir pada tahun 129 H.

 

Sejak kecil Imam Tirmizi sudah gemar mempelajari ilmu hadits. Untuk mencari hadits ia mengembara ke berbagai negeri seperti Irak, Hijaz, Khurasan, dan lain-lain. Ia banyak mengunjungi ulama-ulama besar untuk mendengar hadits yang kemudian dihafal serta dicatat dengan baik. Ia belajar diantaranya kepada Imam Bukhari, Muslim, dan Abu Daud, bahkan belajar pula hadits dari sebagian guru mereka.

 

Guru-gurunya yang lain adalah Qutaibah bin Said, Ishaq bin Musa, Mahmud bin Gailan, Sa’id bin Abdurrahman, Muhammad bin Basysyar, Ali bin Hajar, Ahmad bin Muni, Muhammad al-Musanna, dan lain-lain.